Abstract :
Penanganan pascapanen jagung merupakan salah satu mata rantai penting dalam usaha tani jagung. Hal ini di dasarkan kenyataan bahwa petani umumnya memanen jagung pada musim hujan dengan kondisi lingkungan yang lembab dan curah hujan masih tinggi. Pengeringan menggunakan sinar matahari dan Bed Drayer menjadi tolak ukur pada peneletian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efesiensi kerja dari proses pengeringan suhu matahari dan bed drayer terhadap mutu serta kualitas jagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan dilapangan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan menggunakan variasi beban yaitu: P1 = 1 kg menggunakan sinar matahari 2 jam, P2= 1 kg menggunakan bed dryer 2 jam, P3 = 1 kg menggunakan bed dryer 5 jam. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali ulangan sehingga mendapatkan 9 unit percobaan. Dengan Parameter Berat Awal dan dan Berat Akhir, Kadar Air Sample (Suhu matahari Dan Bed Driyer). Hasil Penelitian ini Menghasilkan pengeringan dengan sinar matahari (P1) menghasilkan kadar air tertinggi (15,47%), sedangkan pengeringan menggunakan bed dryer 5 jam (P3) menghasilkan kadar air terendah (13,27%). Berat akhir tertinggi didapat pada P1 yaitu 941,67 gram, sedangkan berat akhir terendah didapat pada P3 yaitu 738,33 gram. Penggunaan bed dryer dengan waktu 3 jam (P2) menunjukkan efisiensi tertinggi (94%), dibandingkan dengan pengeringan menggunakan bed dryer 5 jam (P3) yang memiliki efisiensi lebih rendah (74%). Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi pengeringan sangat bergantung pada durasi dan jenis alat yang digunakan.