Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengentasan kemiskinan berkelanjutan dalam mewujudkan inklusi demografi di era digital di Kabupaten Sumbawa Barat, dengan fokus pada pelaksanaan digitalisasi dalam penyaluran Kartu Pariri lansia dan Disabilitas. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode studi kasus di Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, dengan teknik wawancara teknik wawancara snowball untuk mengumpulkan data dari pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dalam penyaluran bantuan sosial telah meningkatkan efektivitas penyaluran Kartu Pariri Lansia dan Disabilitas, yang ditandai oleh indikator-indikator utama seperti akses terhadap informasi digital, penguatan jaringan infrastruktur digital, dan pengaruh kebijakan dan regulasi dalam memfasilitasi implementasi teknologi. Akses terhadap informasi digital memungkinkan penerima manfaat memahami hak-hak mereka dan fasilitas yang tersedia, sementara peningkatan infrastruktur digital mendorong akses yang adil terhadap layanan. Selain itu, kebijakan dan regulasi digitalisasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sangat penting bagi kelangsungan program. Pemantauan dan evaluasi sangat penting dalam mendeteksi hambatan dan meningkatkan efektivitas sistem digital yang mapan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi dalam kebijakan sosial memiliki peran strategis dalam mempercepat inklusi demografi serta mengurangi kesenjangan sosial di wilayah perdesaan. Peningkatan kapasitas digital, penguatan regulasi, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi menjadi langkah esensial dalam mewujudkan model pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat.