Abstract :
PT. Batutua Kharisma Permai (PT. BKP) adalah sebuah perusahaan tambang tembaga yang menerapkan metode tambang terbuka. PT. BKP terletak di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Yang menjadi latar belakang pada penelitian ini adalah lokasi penimbunan waste dump merupakan sebuah aliran sungai yang dikelilingi pegunungan terjal serta pada puncak waste dump sedang dilakukan sebuah konstruksi pembangunan leachpad. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ambang batas pengaruh tinggi muka air tanah (MAT) terhadap kestabilan lereng waste dump, serta melihat perbandingan hasil analisa dari metode-metode yang digunakan dalam proses analisa. Proses analisa kestabilan lereng dilakukan dengan menggunakan metode Limit Equilibrium Method (LEM) atau biasa disebut dengan metode kesetimbangan batas yang terdiri dari dua metode yaitu metode Morgenstern-Price dan metode Fellinius. Dari hasil analisa kedua metode tersebut memiliki ambang batas pengaruh yang berbeda. Ambang batas pengaruh tinggi muka air tanah terhadap kestabilan lereng menurut hasil analisa dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah pada ketinggian 30 meter di bawah tinggi muka air tanah aktual dengan nilai KF=1,628, serta telah memenuhi standar Bowles dan KEPMEN ESDM RI Nomor 1827 K/30/MEM/2018, sedangkan ambang batas menurut hasil analisa menggunakan metode Fellenius adalah 20 meter di bawah kondisi aktual dengan nilai FK=1,434 dan telah memenuhi standar Bowles dan KEPMEN ESDM RI Nomor 1827 K/30/MEM/2018. Dari hasil analisa kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa ambang batas pengaruh MAT terhadap kestabilan lereng memiliki ambang batas yang berbeda. Metode Morgenstern-Price lebih disarankan karena memperhitungkan semua gaya dengan tinggi. Berdasarkan analisa metode Morgenstern-Price rekomendasi tinggi maksimal MAT adalah pada kedalaman 30 m di bawah MAT aktual.