Abstract :
Ruang terbuka publik merupakan gabungan unsur sosial dan fisik suatu lingkungan atau kota. Selain berfungsi untuk kegiatan sosial, ruang terbuka publik juga memiliki sifat fisik yang membentuknya Kota Bima adalah salah satu kota yang berada di pulau Sumbawa bagian timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kota Bima memiliki banyak Daerah Tujuan Wisata (DTW) dengan keindahan alam maupun budaya yang bisa dikunjungi, salah satunya Pantai Kolo. Kawasan Pantai Kolo memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka publik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek, seperti sosial, rekreasi, dan ekologis. Saat ini, pemanfaatan kawasan ini belum optimal, sehingga diperlukan penataan ruang yang memperhatikan fungsi dan bentuk untuk meningkatkan kualitas ruang terbuka publik. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi karakteristik Ruang Terbuka Publik di kawasan pantai Kolo berdasarkan Fungsi dan Bentuk Terhadap Fasilitas dan mengetahui arahan penataan Ruang Terbuka Publik di kawasan pantai Kolo berdasarkan Fungsi dan Bentuk Terhadap Fasilitas. Teknik analisis yang digunakan adalah Reduksi data, Verifikasi Data, dan Penarikan Kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah perlu penataan terhadap kawasan pantai Kolo dan dibutuhkannya penambahan fasilitasa di beberapa titik di kawasan pantai Kolo sebagai penunjang aktivitas para wisatawan. Dalam hasil penelitian dapat ditarik Kesimpulan adalah Penataan ruang terbuka publik di Pantai Kolo perlu ditingkatkan dengan menambah 20 gazebo, fasilitas toilet, tempat duduk, dan tempat ibadah guna meningkatkan kenyamanan serta memenuhi kebutuhan pengunjung.