DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KONSELING KB TERHADAP SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM PEMILIHAN KB IUD PASCA PLASENTA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SUMBAWA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
ERLIA, ROSITHA
Subject
602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan 
Datestamp
2025-03-06 04:22:46 
Abstract :
Latar Belakang : Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa tahun 2022, prevalensi tertinggi alat kontrasepsi yang digunakan adalah kontrasepsi suntik sebesar 69,5%, sedangkan kontrasepsi AKDR sebesar 1,5%, sedangkan pada tahun 2023 prevalensi akseptor KB aktif menurun menjadi 49.159 (65.9%) dari 74.612 PUS. Penggunaan alat konrasepsi yang digunakan adalah kontrasepsi suntik sebesar 70.2%, sedangkan kontrasepsi AKDR hanya 1%. Pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi memerlukan pengetahuan dan sikap (kemantapan) diri. Dukungan kepada calon akseptor memalalui konseling diyakini dapat meningkatkan proporsi penggunaan alat kontrasepsi yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dalam penggunaan alat kontrasepsi. Intervensi berupa pemberian konseling kepada ibu hamil trimester III dalam rangka menyiapkan diri dalam mengambil keputusan tentang alat kontrasepsi yang akan digunakan pasca plasenta. Konseling dilaksanakan secara personal sebanyak dua kali pertemuaan. Metode : Desain penelitian yang digunakan Quasy-Experiment dengan pendekatan one group pre test post test design, Populasi dalam penelitian ini sejumlah 40 ibu hamil trimester III yang akan melahirkan dirumah sakit umum daerah sumbawa dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden menggunakan teknik nonprobability sampling jenis total sampling Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Paired T Test. Hasil : Ada hubungan sikap dan pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi IUD pasca plasenta dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan : Hasil ini menunjukan bahwa konseling dapat mempengaruhi atau merubah sikap dan tingkat pengetahuan calon akseptor KB terhadap penggunaan KB IUD pasca plasenta. Saran : Konselor harus mampu menyampaikan konseling KB IUD secara obyektif dan lengkap serta disampaikan secara sistematis dengan memperhatikan sosio budaya akseptor KB sehingga penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemantapan dalam bersikap dapat diterima oleh akseptor KB. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram