Abstract :
Latar Belakang : World Health Organization (WHO) melaporkan data pemberian ASI eksklusif secara global, hanya sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan di seluruh dunia yang mendapatkan ASI eksklusif selama periode 2015-2020. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumbawa Barat menyatakan bahwa Puskesmas Maluk rendah cakupannya dalam pemberian ASI Eksklusif yaitu capaian 72,3 % dari target 75% di tahun 2023. Penelitian ini bertujuan Menganalisa Faktor-faktor Yang berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja UPT. BLUD Puskesmas Maluk Kabupaten Sumbawa Barat. Metode : Desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian sejumlah 89 ibu menyusui bayi > 6 bulan yang di wilayah kerja puskesmas maluk dengan jumlah sampel 89 menggunakan Teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Ada hubungan Pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0.000 atau <0.05, OR = 0.069), Paritas (p-value = 0.001 atau <0.05, OR = 4.552), Dukungan Keluarga (p-value = 0.001 atau <0.05, OR = 5.500), Peran Bidan (p-value = 0.007 atau <0.05, OR = 3.404). Kesimpulan : Diharapkan ibu menyusui lebih aktif dalam mengakses informasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi, sehingga menumbuhkan motivasi ibu untuk berperilaku baik dalam memberikan ASI eksklusif. Selain itu, petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pemberian ASI eksklusif dengan memberikan penyuluhan atau konseling ASI eksklusif.