Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
Renita, Sasmita Purdianti
Subject
616 Penyakit
Datestamp
2020-02-27 02:30:35
Abstract :
Pemerintah Indonesia menghadapi beberapa masalah dalam menentukan upaya penanggulangan khusunya masalah yang berhubungan dengan HIV/AIDS (Ditjen PP dan PL Kemenkes RI, 2016). Survei oleh KPAI dan Kemenkes Tahun 2013 menyebutkan bahwa 62,7% remaja di Indonesia melakukan seks di luar nikah, 21% dari jumlah remaja yang hamil di luar nikah melakukan aborsi sedangkan 30% penderita HIV AIDS adalah remaja. Berdasarkan survei tahun 2015 NTB termasuk salah satu nominasi tinggi dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Bandung, dan NTT. Jumlah kasus AIDS di Indonesia yang dilaporkan hingga bulan Desember 2015 mencapai 24.131 kasus, dimana 45,48% dari kasus AIDS ini adalah kelompok remaja (Kemenkes RI, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK NEGERI 05 Mataram.
Metode penelitian ini adalah deskriptif dan jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 429 siswa, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 responden, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified sampling serta data diambil dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 responden terdapat sebagian besar siswa berpengetahuan baik yaitu 22 orang (51,2%) dan sebagian kecil siswa berpengetahuan kurang yaitu 9 orang (20,9%) serta siswa dengan pengetahuan cukup yaitu 12 orang (27,9%). Hasil penelitian menunjukan sebagian besar siswa berjenis kelamin laki-laki yaitu 31 orang (72,1%), sebagian besar siswa mendapatkan informasi dari media elektronik yaitu 41 orang (95,3%).
Kesimpulan: Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 05 Mataram tahun 2019 menunjukkan sebagian besar siswa berpengetahuan baik yaitu 22 orang (51,2%) dan sebagian kecil siswa berpengetahuan kurang yaitu 9 orang (20,9%) yang disebabkan oleh faktor usia. Saran: Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pendidikan seks serta dapat mengurangi angka kejadian kehamilan pada remaja, infeksi yang ditularkan secara seksual, perilaku kekerasan sesksual dan pelecehan seksual.