Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
NILA, FITRIAH
Subject
410 Linguistik, Bahasa Indonesia
Datestamp
2020-09-17 02:07:53
Abstract :
Nila Fitriah, 2020. Penggunaan Campur Kode Dalam Interaksi Belajar
Mengajar Oleh Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji Tinjauan Sosiolinguistik,
Skripsi. Mataram: Universitas Muhammadiyah Mataram.
Pembimbing I : Drs. Akhmad H. Mus, M.Hum
Pembimbing II : Roby Mandalika W, M.Pd
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Penggunaan Campur Kode dalam Interaksi Belajar
Mengajar oleh Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji Tinjauan Sosiolinguistikâ€.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah bentuk
campur kode dalam interaksi belajar mengajar oleh guru di Sekolah Dasar Negeri
2 kuranji?, (2)Faktor apa sajakah penyebab terjadinya campur kode dalam
interaksi belajar mengajar oleh guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji?.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode
dalam interaksi belajar mengajar oleh guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji,
menjelaskan faktor penyebab terjadinya campur kode dalam interaksi belajar
mengajar oleh guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji. Metode analisis data yang
digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang menggunakan
cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa atau gambaran untuk
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain.Sedangkan pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa bentuk data campur kode dalam
interaksi belajar mengajar oleh guru Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji yaitu bentuk
kata, bentuk frasa, bentuk perulangan, dan bentuk klausa. Bentuk kata seperti kata
beriuk, badaq, tao, gaweq, kembang, lime, aneh, dan lain-lain, bentuk frasa yang
sering digunakan yaitu jelo kane, saq cocok, epe tulis, aneh beketuan, tekumpulan
malik dan lain-lain, bentuk perulangan seperti kata beriuk-beriuk, sedangkan
bentuk klausa seperti kata dendeq pade saling besual, pade sugulan buku
bareng dan lain-lain. Faktor penyebab campur kode yang ditemukan penulis pada
penelitian ini yaitufaktor keinginan untuk menjelaskan atau menafsirkan.
Kata kunci: Campur kode, Interaksi belajar mengajar