Abstract :
Selai adalah bahan dengan konsistensi gel atau bahan gel yang dibuat dari buah
yang segar atau kulit buah yang direbus dengan gula, pektin, dan asam. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan
percobaan di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh
penambahan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap mutu selai
kulit pisang ambon lumut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu Formulasi penambahan
kulit buah naga merah dalam pembuatan selai kulit pisang ambon lumut dengan
perlakuan sebagai berikut: S1 = 0% S2 = 10% S3 = 20% S4 = 30% S5 = 40% S6
= 50%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analisis
Keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, bila terdapat pengaruh nyata
(Singnifikan) diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata
yang sama yaitu 5% . Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan penambahan
kulit buah naga merah pada pembuatan selai kulit pisang ambon lumut
berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (parameter kadar air, kadar abu dan kadar
vitamin C) dan sifat organoleptik (parameter rasa dan warna) tetapi tidak
berpengaruh nyata terhadap parameter kadar serat, aroma dan tekstur selai kulit
pisang ambon lumut yang diamati. Semakin tinggi penambahan kulit buah naga
merah maka kadar air, kadar abu, kadar serat, kadar vitamin C, skor nilai rasa,
warna dan aroma selai kulit pisang ambon lumut semakin meningkat, tetapi skor
nilai tekstur semakin menurun. Perlakuan S6 (penambahan kulit buah naga merah
50%) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar air 37,29%, kadar abu
1,31%, kadar serat 3,12%, kadar vitamin C 14,27%, skor nilai rasa 3,10 dengan
kriteria agak suka, skor nilai warna 2,95 dengan kriteria sangat coklat.
Kata Kunci: Kulit Buah Naga Merah, Kulit Pisang Ambon Lumut, Selai____