DETAIL DOCUMENT
TRADISI BELIS DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT DESA BEO SEPANG KECAMATAN BOLENG KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
ADELTRUDIS, BAMUNG
Subject
Local Content 
Datestamp
2023-10-27 08:11:25 
Abstract :
Berdasarkan survey awal di desa Beo Sepang Kecamatan Boleng pada masyarakat Manggarai, tradisi ?Belis? dalam adat perkawinan masyarakat sudah menjadi sebuah tradisi. Kenyataan sekarang, tradisi ?Belis?dianggap beban oleh masyarakat karena sudah bergeser dari makna aslinya. (1)Bagaimana proses pelaksanaan tradisiBelis dalam adat perkawinan masyarakat desa Beo Sepang Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat.(2)Apa makna dari tradisi Belis dalam adat perkawinan masyarakat desa Beo Sepang Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. teknik yang digunakan adalah purposive sampling.Macam-macam informan dalam penelitian ini adalah informan kunci dan informan biasa.Metode yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi.jenis data kualitatif,sumber data, data primer dan data sekunder. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Metode analisa data yaitu pengumpulan data, data reduction (data reduksi), data display (Penyajian Data). Makna sosial mencakup persatuan dan kesatuan, permusyawaratan/perwakilan dan kesejahteraan sosial. Makna budaya mencakup pengetahuan kepercayaan, keseniaan, moral, hukum, adat-istiadat dan lain kemampuan-kemampuan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.Makna ekonomi mencakup kebutuhan lahir maupun batin, secara khusus yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan, kemakmuran dan kepuasan, makna agama/religi mencakup sistem yang mengatur tata keimanan(kepercayaan) seseorang.Dari keempat smakna itulah sehingga belis ini dipertahankan atau di lestarikan oleh masyarakat dan juga sebagai warisan leluhur.Upaya dilakukan dalam pelestarian tradisi belis ini,diantaranya:upaya dari pemerintah dan juga upaya dari masyarakat. Kata kunci :tradisi belis, status sosial, harga diri masyarakat 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram