Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan idiom bahasa Sumbawa berupa bentuk, makna, dan funsi idiom yang terdapat dalam syair bakelong.Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berasal dari interaksi peneliti dengan informan yaitu tokoh-tokoh adat atau sastrawan yang biasa menulis dan menuturkan syair bakelong tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, rekam, transkrip, dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data deskriptif yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) reduksi data (data reduction), (2) penyajian data (data display) dan (3) kesimpulan (conclusion drawing/verification). Berdasarkan hasil penelitian, pada syair bakelong di kecamatan Taliwang kabupaten Sumbawa Barat khususnya di kelurahan Sampir, idiomterbagi dalam dua bentuk yaitu (1) idiom penuh dan (2) idiom sebagian.Dalam syair bakelong bentuk idiom yang paling banyak ditemukan adalah idiom sebagian yaitu sebanyak 16 bentuk dan 14 bentuk idiom penuh. Dari 30 data, terdapat 17 idiom yang berfungsi untuk menyindir, 2 idiom yang berfungsi untuk menyatakan sikap, 5 idiom yang berfungsi untuk mengejek, 3 idiom yang berfungsi untuk menasihati/nasihat, dan 2 idiom yang berfungsi untuk memuji. Fungsi idiom yang paling dominan yang terdapat di dalam syair bakelong di kelurahan Sampir kecamatan Taliwang kabupaten Sumbawa Barat adalah digunakan untuk menyindir, dari 30 data tersebut ditemukan 14 idiom yang berfungsi untuk menyindir.
Kata kunci: idiom, syair, bakelong.