Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk Fungsi dan Makna Penanda Lingual pada Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene, dan mendeskripsikan bentuk penanda lingual ke dalam kalimat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah masyarakat penutur bahasa Sasak dialek meno-mene yang ada di desa Batunyala kabupaten Lombok tengah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode simak dengan teknik rekam dan catat serta metode terjemahan. Metode analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima bentuk penanda lingual bermakna sangat, yaitu berupa (1) bentuk lingual ?n, (2) bentuk lingual gati; (3) bentuk lingual laloq; (4) bentuk lingual mulen; dan (5) bentuk lingual santer. Bentuk lingual santer dan mulen secara sintaksis terletak di bentuk dasar ajektif. Sedangkan bentuk lingual ?n, santer, dan gati secara sintaksis berada di belakang bentuk dasar ajektif. Penanda lingual kelima bentuk tersebut dideskripsikan ke dalam bentuk kalimat.
Kata kunci: bentuk fungsi makna, penanda lingual, bahasa sasak