Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan letak atau posisi konstituen negatif pengungkap negasi dalam kalimat bahasa Sumbawa dialek Taliwang. penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode padan intralingual, metode padan ekstralingualdanmetodeterjemahan. Selanjutnya, untuk penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk konstituen negatif pengungkapan negasi dalam kalimat bahasa Sumbawa dialek Taliwang ada lima belas bentuk yaitu: no ?tidak?, nom?tidak?, nongkaq ?tidak?, noti ?tidak akan?, nonyak ?tidak ada?, nomo ?tidak mau?, nomongkaq ?tidak lagi?, nomonyaq ?sudah tidak ada?, nomantaq ?tidak usah?, nomonto ?tidak perlu?, nomboto ?tidak perlu?, dapoq ?tidak tahu?, nopokaq ?tidak tahu?, nuya ?bukan?, naq ?jangan?. Posisi konstituen negatif pengungkapan negasi dalam kalimat bahasa Sumbawa dialek Taliwang dapat menempati posisi awal, tetapi tidak semua bentuk dapat menempati posisi tengah dan akhir. kata yang dapat bergabung dengan negasi biasanya berkelas kata verba, nomina dan adjektifa, fungsi negasi digunakan untuk menegasikan subjek, predikat, objek dan keterangan.
Kata kunci: bentuk, posisi, negasi.