Abstract :
Gel merupakan salah satu kosmetik yang banyak digunakan karena mudah diaplikasikan pada kulit dan juga mudah menyerap. Ekstrak umbi bawang merah (Allium cepa L.) dijadikan sebagai zat aktif dalam pembuatan gel.Esktrak umbi bawang merah dipilih karena memiliki kandungan senyawa allisin yang berfungsi sebagai antibakteri. Gel dibagi menjadi 3 formula dengan konsentrasi ekstrak umbi bawang merah 0%, 1%, dan 2%. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui stabilitas fisik formula gel ekstrak umbi bawang merah serta aktivitasnya terhadap Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Uji stabilitas fisik sediaan gel meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan uji sentrifugasi sebagai parameter uji penyimpanan dengan stabilitas dipercepat. Semua data yang diperoleh untuk uji stabilitas fisik diketahui memenuhi syarat, untuk uji stabilitas fisik pH Gel sesudah penyimpanan dengan stabilitas dipercepat memiliki rata-rata sebesar 6,5, daya sebar sesudah penyimpanan dengan stabilitas dipercepat dengan rata-rata sebesar 6,9 cm serta viskositas dengan rata-rata sesudah penyimpanan dengan stabilitas dipercepat sebesar 1063,4 cP. Hasil pengujian dari masing-masing parameter uji stabilitas fisik tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.0 untuk melihat perbedaan gel sebelum dan sesudah penyimpanan dengan stabilitas dipercepat. Hasil analisis menunjukkan semua parameter uji baik sebelum dan sesudah penyimpanan dengan stabilitas dipercepat tidak berbeda signifikan (p > 0.05) sedangkan untuk hasil uji aktivitas bakteri baik formula 1, 2, dan 3 tidak memiliki zona hambat terhadap Staphylococcus epidermidis.
Kata kunci: Gel, Allium cepa L, Staphylococcus epidermidis ATCC 12228