Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
M, IHWANUDDIN
Subject
205 Etika Keagamaan, Etika Agama
Datestamp
2021-03-04 07:59:26
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui komunikasi dakwah DR.TGH. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc. M.Ag. di Pondok Abu Darda’ Dusun Balin Gagak Desa Sangkerang, Praya Timur-Lombok Tengah. (2) Mengetahui proses pembentukan karakter Islami Santri di Pondok Pesantren Abu Darda’ Dusun Balin Gagak Desa Sangkerang, Praya Timur-Lombok Tengah.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan jenisnya yaitu studi tokoh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel yang diambil dari skripsi ini adalah Pimpinan Pondok Pesantren, Ustadz bagian Ketua Pelaksana Harian, Santri Aliyah.
Berdasarkan hasil penelitian di Pondok Pesantren Abu Darda’, Komunikasi dakwah yang Tuan Guru Nurul Mukhlisin gunakan adalah melalui pengajaran langsung kepada para santri. Media yang digunakan yaitu melaui lisan, tulisan, lukisan, audiovisual, dan akhlak (ketauladanan). metode seperti dakwah bil hikmah, menggunakan kata-kata yang mudah dipahami, menyampaikan kisah-kisah dari para sahabat dan Ayat dalam Al-Qur’an, menyelipkan candaan yang sifatnya mendidik. Etos komunikator Beliau baik, seperti kesiapan, kesungguhan, tenang, ramah, dan menggunakan kata-kata sesuai dengan kadar komunikan atau mad’unya. Proses yang dilakukan dalam membentuk karakter Islami santri, seperti membangun komunikasi dengan kata-kata dan bahasa yang baik, berkomuniksi dengan lemah lembut, menegur anak yang melanggar dengan cara yang santun, memberi pujian dan apresiasi atas usaha dan prestasi anak, menggukan waktu belajar bersama santri untuk membangun komunikasi yang baik, selalu menanamkan kepada santri bahwa mereka adalah anak-anak Beliau, mendidik santri-santri dengan keteladanan, mendidik santri dengan pembiasaan, dan menjadikan Pondok Pesantren Abu Darda’ sebagai lingkungan yang kondusif untuk pembentukan karakter Islami santri.