Abstract :
Gender merupakan konsep pemisahan yang didasari pada perbedaan peran di masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi bahasa gender dalam tuturan masyarakat Mbojo. Teori yang dipergunakan adalah teori wacana kritis model Norman Fairclough. Data yang terkumpul diperoleh melalui metode simak dan cakap serta teknik dasar dan turunannya. Sumber data diperoleh dari penutur bahasa Mbojo yang sedang berkomunikasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, kategorisasi, dan pemolaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa representasi bahasa gender pada tuturan masyarakat Mbojo ditunjukkan berdasarkan pemilihan kosakata, kendali interaksional, dan struktur sintaksis. Pilihan kosakata pada tuturan masyarakat Mbojo ditemukan dalam dua ranah yaitu, ranah keluarga dan ranah pekerjaan. Kendali interaksional dalam tuturan masyarakat Mbojo dapat berupa penggunaan kata sangkalan, seperti bukan, tidak, dan tak. Representasi bahasa gender berdasarkan struktur sintaksis diperlihatkan dalam penggunaan pronomina persona atau kata ganti orang yakni kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua.
Kata kunci: Representasi, gender, masyarakat Mbojo, wacana kritis, Norman