Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja karyawan pada PT. Daya Cipta Properti. Populasi dalam penelitian ini adalah pemimpin dan karyawan tetap pada PT. Daya Cipta Properti Mataram. Metode pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan tehnik simple random sampling yaitu dengan penggunaan rumus proportionate convenience sampling. Banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 28 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan (X1), komunikasi kepemimpinan (X2) sebagai variabel bebas, serta kinerja karyawan (Y) sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket), observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis asumsi kalsik dan analisis uji regresi berganda. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi berganda = 5,028+0,401X1+0,614X2. Secara parsial yang signifikansi, pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja sebesar 1,993, sedangkan komunikasi kepemimpinan terhadap kinerja sebesar 0,237, Hal ini berarti ada pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi kepemimpinan terhadap kinerja karyawan sebesar 14,%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan dan komunikasi kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah, diharapkan pemimpin pada PT. Daya Cipta Properti untuk meningkatkan kinerja karyawannya antara lain, diperlukan peranan pimpinan untuk memberikan contoh yang baik kepada para bawahan atau karyawan dengan cara memberikan inspirasi, semangat, dorongan serta pujian, penghargaan, dan mengadakan pengawasan agar bekerja dengan baik. Sebaiknya dalam memimpin bawahannya juga memperhatikan kebutuhan dan keinginan bawahan. Usaha yang dapat dilakukan adalah memberikan perhatian baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap prestasi bawahannya. Selain itu juga karyawan dapat menjalankan komunikasi dua arah antara pimpinan dan bawahan sehingga bawahan akan merasa dihargai keberadaannya.