Abstract :
Banyak masalah yang dihadapi oleh pegawai negeri sipil (PNS) atau sekarang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Disiplin merupakan salah satu alat atau sarana bagi organisasi mempertahankan eksistensinya. Dengan disiplin yang tinggi, para pegawai akan mentaati semua peraturan yang ada, sehingga pelaksaan pekerjaan dapat sesuai dengan rencana yang telah di tentukan. Oleh karena itu, banyak kantor yang menggunakan sarana absensi elektronik (fingerprint) dengan tujuan mengatur disiplin pegawai di Kemenkumham Wilayah NTB. Maka penelitian ini berusaha menjelaskan pengaruh efektivitas finger print terhadap disiplin pegawai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan perhitungan hipotesis dengan menggunakan koefisien korelasi product moment dapat diketahui bahwa Ha diterima yang artinya terdapat hubungan positif dan signifikan sebesar 0,634 antara efektivitas absensi fingerprint (X) terhadap disiplin pegawai (Y) KEMENKUMHAM Wilayah Nusa Tenggara Berat. Berdasarkan data-data diatas, peneliti menganalisa pelaksaan efektivitas absensi fingerprint yang di KEMENKUMHAM Wilayah NTB, memiliki NTB dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar variabel yang diteliti, dan dapat diketahui pula dari nilai determinan atau Rsquare yaitu sebesar 40,1 persen.