Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
CITRA DWI, KURBANI
Subject
362 Kesejahteraan Sosial, Permasalahan dan Layanan Sosial
Datestamp
2021-06-23 02:37:11
Abstract :
Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 menjelaskan bahwa, Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) aadalah penyediaan ruang dan penegasan arah penguatan gotong royong sebagai suatu nilai dan cara mencapai tujuan yang dilaksanakan secara sukarela, bersama-sama dan tolong menolong dengan dilandasi semangat Ikhlas, Jujur, dan Sungguh-sungguh dalam mewujudkan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan perluasan kesempatan kerja secara efektif dan efisien untuk percepatan pengentasan kemiskinan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas keberlangsungan program daerah pemberdayaan gotong royong (PDPGR) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Seloto Kabupaten Sumbawa Barat serta Apakah faktor yang mempengaruhi efektivitas keberlangsungan program daerah pemberdayaan gotong royong (PDPGR) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Seloto Kabupaten Sumbawa Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Efektivitas Keberlangsungan Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) khususnya di Desa Seloto telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, walaupun tidak dalam skala besar. Dan dalam beberapa aspek program PDPGR dinilai masih kurang efektif seperti dalam menentukan Ketepatan sasaran program dan Sosialisasi program. 2) Faktor mempengaruhi Efektivitas Keberlangsungan Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Seloto adalah adanya variabel Peran Pendamping, Partisipasi Masyarakat, dan Kemampuan Kelompok sasaran. Namun dalam pelaksanaannya belum berjalan optimal dikarenakan rendahnya kemampuan/kualitas agen pemberdayaan Desa Seloto, serta rendahnya pemahaman masyarakat (kelompok sasaran) terhadap pengawasan program PDPGR.