Abstract :
Kota Mataram memiliki salah satu fasilitas angkutan umum yaitu bemo. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Mataram bahwa angkutan umum jenis bemo mengalami penurunan jumlah armada dan media surat kabar Lombok post pada tanggal 22 Agustus 2016 bahwa jumlah pengguna angkutan umum Kota Mataram mengalami penurunan dan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Tujuan penelitian ini adalah pola pergerakan masyarakat terhadap efektifitas penggunaan angkutan umum (bemo) di Kota Mataram. Metode pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan penyebaran kuisioner. Metode analisis data menggunakan skala guttman. Berdasarkan hasil analisis data, pola pergerakan angkutan umum Kota Mataram jenis bemo berada pada nilai interval 45%. Artinya pola pergerakan ini kurang efektif terkait dengan pergerakan masyarakat Kota Mataram. Hal ini terjadi dikarenakan tidak merata sebaran halte di Kota Mataram, trayek angkutan umum tidak terlayani, dan fasilitas bemo yang kurang memberi kenyamanan.