Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja dan mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam kinerja pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Mataram. Teknik pengumpulan data menggunakan empat cara yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang dugunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan data/verivikasi.
Hasil penelitian yang dapat diperoleh yaitu kinerja pada program promosi kesehatan dapat dikategorikan cukup baik. Indikator pencapaian yang tertinggi adalah 100% sedangkan indikator pencapaian yang terendah adalah 65,17%. Selanjutnya kinerja dari program kesehatan lingkungan dapat dikategorikan cukup baik. Indikator pencapaian yang tertinggi adalah 100% sedangkan indikator pencapaian yang terendah adalah 58,33%. Selanjutnya kinerja dari pelayanan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana dapat dikategorikan cukup baik. Pada pelayanan kesehatan ibu indikator pencapaian yang tertinggi adalah 97,80% sedangkan indikator pencapaian yang terendah adalah 64,07%. Pada kesehatan bayi indikator pencapaian yang tertinggi adalah 70.39% sedangkan pencapaian yang terendah adalah 30,26%. Pada pelayanan keluarga berencana indikator pencapaian yang tertinggi adalah 100%. sedangkan pencapaian yang terendah adalah 7,81%. Selanjutnya kinerja dari program pencegahan dan pengendalian penyakit yaitu melakuakan imunisasi yang dapat mengendalikan penyakit yang diderita pasien. Selanjutnya kinerja dari program pelayanan gizi dapat dikategorikan cukup baik. Indikator pencapaian yang tertinggi adalah 100% sedangkan pencapaian yang terendah adalah 1,8%. Selanjutnya kinerja dari program pelayanan kesehatan keperawatan masyarakat atau pengobatan yaitu memberikan nilai lebih dalam usaha kesehatan dan pengobatan sehingga menciptakan kepuasan terhadap masyarakat.
Faktor penghambat utama dalam kinerja pelayanan kesehatan dasar Puskesmas Mataram yaitu kurangnya koordinasi antara anggota atau tim sehingga terjadi bentrokan jam kerja upaya. Pemecahan dari faktor penghambat tersebut yaitu komunikasi yang harus terjalin baik sehingga mampu membuat anggota atau tim tersebut bisa bekerja sama dengan baik dan tidak adanya bentrokan jam kerja. Sehingga, tujuan dari anggota atau tim tersebut bisa dicapai.