Abstract :
Simpang jalan merupakan tempat terjadinya konflik lalu lintas yang merupakan tempat bertemunya kendaraan dari berbagai arah dan perubahan arah. Persimpangan adalah faktor yang paling penting dalam menentukan kapasitas dan waktu perjalanan pada suatu jaringan jalan, khususnya di daerah-daerah perkotaan. Perkembangan Kota Mataram akan menyebabkan dampak terhadap kondisi lalu lintas di masa mendatang yang akan mengurangi kinerja operasi simpang khsusnya simpang dengan adanya U-Turn pada persimpangan tak bersinyal. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu pengkajian terhadap simpang tak bersinyal dengan adanya U-Turn. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, kamis dan sabtu, dimana volume lalu lintas pada jam puncak berada pada hari senin jam 11.30-12.30 WITA sebesar 3129 smp/jam. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan cara manual yang mengacu pada MKJI 1997. Hasil analisis penelitian ini adalah kapasitas simpang tak bersinyal dengan 3 lengan yang aktif dengan kapasitas 2820,45 smp/jam, dengan derajat kejenuhan sebesar 1,11. Waktu tundaan lalu lintas simpang 22,32 detik/smp. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan simpang tak bersinyal Sapta Marga memiliki tingkat pelayanan tidak stabil dengan derajat kejenuhan lebih dari 0,8 dan tundaan pada simpang melebihi 15 detik/smp menurut MKJI 1997, maka perlu pengoptimalan atau perbaikan pada kondisi simpang tak bersinyal Sapta Marga dengan memberikan alternatif perbaikan kondisi simpang.