Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
Nurfajar, Rahmi
Subject
633.8 Tanaman untuk Keperluan Industri, Tumbuhan untuk Keperluan Industri
Datestamp
2019-12-07 02:30:59
Abstract :
Alih fungsi lahan akan mempengaruhi berkurangnya kualitas tanah produkif dan kuantitasnya. Selain itu juga, kesalahan dalam pemanfaatan lahan akan berpengaruh terhadap kerentaan tanah terhadap erosi (pengkikisan).Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi fisik tanah akibat alih fungsi hutan menjadi lahan jagung intensif.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Songgajah Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu,kemudian dilanjutkan analisis Laboratorium di Laboratorium Fakultas Pertanian Lantai II Universitas Muhammadiyah Mataram dan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram, mulai pada tanggal 11 sampai dengan tanggal 19 Juni 2019. Analisis data dari setiap hasil perhitungan secara deskriptif menggunakan Standar Deviasi yaitu untuk melihat sebaran jumlah nilai data.Adapun parameter yang di amati adalah tekstur tanah, Berat Volume (BV), dan Berat Jenis (BJ).Dari hasil penelitian yang dilakukan, baik hasil pengamatan dilapangan maupun hasil analisis di laboratorium, maka dapat disimpulkan bahwa pada lahan hutan memiliki persentase pasir dan debu lebih rendah dibanding lahan jagung.Sedangkan persentase liat pada hutan lebih tingi dibanding lahan jagung.Sehingga lahan hutan memiliki kelas tektur lempung dan lahan jagung memiliki kelas tekstur lempung berpasir.Lahan Jagung memiliki keleregan (0-8%) yang termaksud dalam kelas I yaitu datar, dan pada lahan hutan memiliki kelerengan (8-15%) yang termaksud dalam kelas II yaitu landai.Alih fungsi hutan menjadi lahan jagung di Desa Songgajah menunjukkan bahwa belum terjadi pemadatan tanah, dengan nilai Berat Volume (BV) tanah kisaran (0,78-0,93 g/cm³) dan Berat Jenis (BJ) tanah kisaran (5,03-5,05 g/cm³).
Kata Kunci: Sifat Fisik, Alih Fungsi, Hutan, Jagung