Abstract :
Hujan deras mengguyur Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 18 November 2017. Hujan deras tersebut menyebabkan banjir dan aliran debris di hulu Sungai Senange, kecamatan Jerowaru. Kondisi ini menyebabkan erosi samping di sepanjang hulu sungai. Peristiwa erosi ini mengakibatkan banjir bandang dengan sejumlah besar sedimen dan debris bambu. Bambu yang diangkut tertahan di sebuah jembatan gorong-gorong di sungai dan kemudian meluap-luap ke beberapa bagian. Kenaikan muka air terjadi karena akumulasi debris bambu yang tertahan di jembatan.
Dari pandangan teknik sipil menjadi faktor penting dalam masalah banjir. Percobaan saluran dilakukan di Laboratorium Hidrolika Universitas Muhammadiyah Mataram untuk menyelidiki kenaikan muka air yang terjadi akibat debris bambu yang tertahan di jembatan gorong-gorong.
Jumlah debris rumpun bambu yang tertahan di jembatan tergantung dari jumlah debris bambu yang dihanyutkan. Presentase debris debris yang dihanyutkan dengan hasil 92 % tertahan dan 8 % lolos. Kenaikan muka air akan semakin besar dengan bertambahnya jumlah debris bambu yang tertahan, sehingga mempengaruhi kenaikan muka air dihulu jembatan. Loss Koefisien yang terjadi semakin tinggi sehingga volume debris semakin banyak yang lolos.
Kata kunci: banjir, debris bambu, tertahan, jembatan.