Abstract :
Game menjadi salah satu budaya dan kegiatan keseharian masyarakat terutama generasi muda bahkan anak-anak di usia sekolah dasar. Anak-anak yang sering melakukan aktivitas bermain game akan mengurangi kegiatan anak seperti belajar dan berinteraksi dengan teman sebaya, karena game berpotensi mengucilkan anak-anak dari lingkungan sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview), observasi, dan dokumentasi. Data yang didapat kemudian diuji keabsahan data melalui metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dianalisis melalui analisis deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian data, verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian dari dampak game pada kepribadian sosial anak (Studi Kasus Kelas IV, V, dan VI SDN 1 Selat), disimpulkan bahwa bermain game memiliki tingkat kecanduan yang berbeda-beda bagi pemain, yaitu: berkepribadian ekstrovert dan introvert. Tingkat kecanduan game dapat dilihat dari frekuensi anak bermain game. Frekuensi bermain game yang semakin lama, maka semakin banyak pula dampak game pada kepribadian sosial anak. Hasil yang diperoleh dari setiap intensitas bermain game dapat diprosentasikan sebagai berikut: intensitas bermain game berkepribadian ekstrovert sebesar 73,3 %, sedangkan introvert sebesar 26,7 %,. Kepribadian sosial anak yang dipengaruhi oleh permainan game juga dapat dilihat dari jenis game yang dimainkan oleh anak. Anak yang bermain game dengan jenis game yang memiliki unsur kekerasan dapat berdampak buruk seperti, anak mengalami masalah mental, dan dapat menyebabkan anak menjadi dua kali lebih hiperaktif. Sebagian besar subjek yang bermain game dapat berdampak bagi kepribadian sosialnya.