Abstract :
Teh herbal merupakan salah satu produk minuman fungsional dari tanaman herbal yang dapat membantu mengobati suatu penyakit dan sebagai minuman penyegar tubuh. Tanaman yang dapat diolah menjadi the herbal adalah daun buni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu teh herbal daun buni (Antidesma bunius L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu suhu pengeringan daun buni yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu P1 = 30oC, P2 = 40oC, P3 = 50oC, P4 = 60oC dan dikeringkan masing-masing selama 2 jam menggunakan cabinet driyer. Data hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan Analisa Keragaman pada taraf nyata 5% dan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu pengeringan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap sifat kimia (kadar air, kadar abu dan aktivitas antioksidan) serta sifat organoleptik (aroma, warna air seduhan, rasa, dan warna bubuk) teh herbal daun buni. Semakin tinggi suhu pengeringan yang digunakan maka kadar air dan aktivitas antioksidan akan semakin rendah, tetapi kadar abu teh herbal daun buni akan semakin tinggi. Semakin tinggi suhu pengeringan maka sifat organoleptik (aroma dan rasa) teh herbal daun buni akan semakin disukai panelis. Sedangkan untuk sifat organoleptik (warna air seduhan dan warna bubuk), semakin tinggi suhu pengeringan maka degradasi warnanya akan semakin hijau kecoklatan. Suhu pengeringan yang tepat untuk menghasilkan teh herbal daun buni yang disukai panelis adalah pada perlakuan P4 (suhu 60oC) dengan kadar air (10.97%), kadar abu (14.18%), aktivitas antioksidan (58.4%), warna bubuk coklat, .aroma sangat disukai, warna air seduhan coklat kehijauan, dan rasa sangat disukai