Abstract :
Air yang mengalir dari saluran primer menuju ke sawah sering terjadi kehilangan air sehingga dalam perencanaan selalu dianggap bahwa seperempat sampai sepertiga dari jumlah air yang diambil akan hilang sebelum air itu sampai di sawah.Besarnya kehilangan air pada saluran selain dipengaruhi oleh musim, jenis tanah, keadaan dan panjang saluran juga dipengaruhi oleh karakteristik saluran.Sistem penyaluran air ke areal persawahan menggunakan saluran tanah, dan mengakibatkan rendahnya efisiensi pengairan. Pendugaan besarnya kehilangan air pada saluran merupakan langkah awal dalam usaha pemanfaatan air secara efisiensi Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui besarnya kehilangan air di saluran primer daerah irigasi pesongoran kota mataram. Mengetahui penyebab kehilangan air di saluran primer daerah irigasi pesongoran kota mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskritif dengan pendekatan survey.Parameter penelitian adalah Debit inflow dan Debit outflow, Kehilangan, Evapotrasnpirasi, Pekolasi, Rembesan. Hasil penelitian menunjukanBesar debit di saluran BSP 1 (Bangunan Saluran Pesongoran 1) di bagian hulu sebesar 0,165m3/detik dan di bagian hilir 0,066m3/detik sedangkan di saluran BSP 2 (Bangunan Saluran Pesongoran 2) debit di bagia hulu sebesar 0,330m3/detik dan di bagian hilir sebesar 0.308m3/detik.Besar kehilangan air BSP 1 di sebabkan faktor evapotranspirasi 0,000472 m3/detik, perkolasi 0,000019, rembesan 0.0983 m3/detik dan tingkat efisiensi dipeoleh 40%.Pada BSP 2 besar kehilangan air di sebabkan faktor evapotranspirasi 0,000444 m3/detik,perkolasi 0,0141 m3/detik, rembesan 0,0074 m3/detik dan efisiensi penyaluran airnya 93,333%.sehingga disimpulkan bahwa total kehilangan air disaluran BSP 1 dan BSP 2 berturut-turut sebesar 0,099 m3/detik dan 0,022 m3/detik kehilangan air tersebut disebabkan faktor evapotranspirasi, perkolasi dan rembesan
Kata Kunci :Irigasi, Saluran Primer, Kehilangan Air