Abstract :
Lapangan futsal ialah suatu sarana olah raga yang strukturnya terdiri dari baja, tak terkecuali pada truktur atap. Pada dasarnya struktur atap pada lapangan futsal memiliki keseragaman baik dari bentang hingga tipe kuda-kuda yang digunakan yaitu Rafter dengan penampang WF, namun tidak banyak ditemukan tipe-tipe lain di setiap tempat, oleh karena itu penulis ingin mengetahui apakah kuda-kuda dengan tipe lain dapat di gunakan dengan bentang jauh lebih panjang dari lapangan futsal pada umumnya, seperti halnya tipe Howe dengan bentang 20 m yang penulis gunakan sebagai bahan perbandingan.
Metode yang digunakan yaitu metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) adalah suatu metode yang didasari oleh konsep keadaan batas dimana keadaan batas tersebut dicapai melalui proses interaksi antara faktor kelebihan beban dan berkurangnya kekuatan material.
Berdasarkan hasil perbandingan kedua struktur kuda-kuda dengan bentang 20 m, maka didapatkan hasil tegangan yang terjadi sebesar 26.025 Mpa untuk kuda-kuda tipe Howe, sementara untuk kuda-kuda tipe Rafter sebesar 28.999 Mpa. Maka kuda-kuda tipe Howe lebih aman di banding tipe Rafter karna memiliki tegangan yang jauh lebih kecil.