Abstract :
Struktur bangunan bertingkat rawan terhadap gaya lateral, oleh karena itu diperlukan struktur yang kuat untuk menahan gaya lateral yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Salah satu cara perkuatan struktur adalah dengan menggunakan dinding geser. Penggunaan dinding geser merupakan salah satu cara untuk menahan gaya-gaya lateral yang terjadi. Tentunya setiap perencanaan gedung telah mempertimbangkan bentuk dinding geser yang dibutuhkan agar dapat menahan gaya lateral secara optimal. Penelitian ini berupa analisis struktur gedung 11 lantai dengan 3 variasi bentuk dinding geser. Metode yang digunakan analisis dinamik respon sepektrum dengan perhitungan menggunakan SAP2000.V.14. Hasil output gaya-gaya dalam yang terjadi dari tiga bentuk dinding geser yang dianalisis. Gaya maksimum pada kolom dengan model dinding geser secara berurutan, (I) (L) (T) Gaya aksial (P)=850,62 kN,. Geser (V3)=50.56 kN, Momen (M3)=116.04 kN.m, (P)=817.4680 kN,. (V3)=51.37 kN, (M3)=94.500 kN.m, (P)=605.75 kN,. (V3)=39.973 kN, (M3)=218.670 kN.m, Sedangkan gaya maksimum pada balok, Torsi (T)=1.38 kN,. Geser (V3)=76.26 kN, Momen (M3)=31.45 kN.m, Torsi (T)=1.12 kN,. Geser (V3)=80.543 kN, Momen (M3)=34.916 kN.m, Torsi (T)=1.31 kN,. Geser (V3)=92.51 kN, Momen (M3)=50.125 kN.m. Semua model dinding geser yang dibuat, nilai perpindahan sumbu arah x lebih besar dibandingkan nilai perpindahan arah y. Untuk hasil analisis simpangan antar lantai dari ketiga bentuk dinding geser tersebut memenuhi persyaratan yang disyaratkan pada SNI 1726-2019.
Kata kunci: Bentuk dinding geser, perpindahan , gaya dalam