Abstract :
Kota Mataram dan sekitarnya berada di kawasan yang strategis sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan industri dan pemukiman. Dari tahun ke tahun perkembangan industri, perusahaan, perdagangan, pertanian dan pertumbuhan penduduk Kota Mataram semakin meningkat sehingga menyebabkan kebutuhan akan air bersih meningkat.
Secara administratif, lokasi penelitian berada di Desa Bintaro, Kecamatan Ampenan Utara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Secara geografis, lokasi penelitian adalah titik pertama pada kordinat S 08º33'10.84" dan E 166º04'19.16" Elevasinya 5 meter dan lokasi penelitian adalah titik kedua pada kordinat S 08º33'24.61" dan E 166º04'92" dengan Elevasi 15 meter. Peneletian ini bertujuan untik mengetahui nilai resistivitas dan penyebaran lapisan tanah yang diduga terkena intrusi air laut di kawasan Bintaro, Kecamatan Ampenan Utara dengan mengginakan metode geolistrik dengan konfigurasi schlumberger.
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan lapisan akuifer dan akuifer yang terkena intrusi air laut, terdapat dua lapisan lempung terkena intrusi air laut pada kedalam 1,61 ? 4.60 meter dan 6.93 ? 12.73 meter dengan nilai resistivitas 0.48 ?m dan 0.33 ?m di titik Bintaro 1. Sedangkan di titk Bintaro 2 terdapat akuifer pada lapisan keliama dengan kedalama 8.21 ? 63.93 meter dengan nilai resistivitas 11.33 ? 39.90 ?m.