Abstract :
Gempa bumi menguncang pulau Lombok bermula pada tanggal 29 Juli 2018 pukul dengan kekuatan 6,4 scala richter. Selanjutnya pada tanggal 05 Agustus 2018 pukul dengan kekuatan 7.0.scalah ricther dan dirasakan hampir di seluruh pulau Lombok, dengan demikian mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa dan juga menghancurkan sarana prasarana. Bencana ini menarik simpati dan empati dari berbagai lembaga diantaranya lembaga MDMC yang telah berusaha dengan berbagai strategi dalam upaya pemulihan warga dampak bencana melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan Mendeskripsikan strategi MDMC dalam peroses rehabilitasi dan rekontruksi khususnya bangunan hunian sementara pasca bencan gempa bumi dan
mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan peroses rehabilitasi dan rekontruksi khususnya pembangunan hunian sementara pasca bencan gempa bumi bagi masyarakat Desa Danggiang kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah lembaga MDMC mengupayakan pelayanan terpadu kepada seluruh masyarakat dan membangun kolaborasi antar lembaga, baik lembaga pemerintah maupun sewasta. Adapun Faktor pendukung meliputi: Adanya dukungan dari LAZIZMU dari berbagai wilayah, Adanyanya dukungan teknisi pembangunan yang bersertivikasi, Adanya dukungan dari BPBD, dan Adanya dukungan dari luar daerak terkait sumbangan bahan konstruksi serta system yang dibangun sangat mendukung, sedangkan faktor penghambat dalam upaya pembangunan huntara meliputi: terbatasnya ketersediaan bahan material pembangunan dan juga letak lokasi yang akan dibangun dengan penuhnya reruntuhan.