Abstract :
Untuk memenuhi kebutuhan air tanaman pada musim kemarau di kawasan jaringan irigasi Embung Lingkoq Lamun berbagai upaya dilakukan oleh Petugas Pengairan dan P3A, salah satunya dengan menerapkan sistem pemberian air secara bergilir dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi pemberian air irigasi gilir pada saluran sekunder BPD 10 Desa Senyiur Kecamatan Keruak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey, penelitian ini dilaksanakan di saluran sekunder BPD 10 Lingkoq Lamun, dengan parameter (1) Kecepatan Aliran (V), (2) Luas Penampang Saluran (m2), (3) Debit Aliran (Q), dan (4) Efisiensi Pemberian Air Irigasi. Hasil pengukuran luas penampang saluran menunjukkan bahwa luas penampang saluran pada bagian hulu saluran lebih besar yakni 0.42 m2 dibandingkan dengan bagian hilir saluran dengan luas 0.3668 m2. Nilai kecepatan aliran pada bagian hulu saluran lebih besar dengan di bagian hilir saluran dengan nilai kecepatan bagian hulu 0.448 m/detik dan hilir 0.330 m/detik. Debit aliran pada bagian hulu saluran menunjukkan nilai lebih besar yakni 0.188 m3/detik dan bagian hilir saluran 0.121m3/detik, hal ini disebabkan oleh faktor kehilangan air seperti evaporasi dan rembesan. Tingkat efisiensi pemberian atau penyaluran air irigasi gilir sebesar 64% yang artinya masih belum memenuhi standar dari efisiensi irigasi berdasarkan standar perencanaan irigasi.
Kata kunci: Efisiensi, Irigasi Gilir, Embung Lingkoq Lamun