Abstract :
Premenstrual syndrome (PMS) adalah umum yang dialami wanita baik fisik, dan emosi pada 7-14 hari sebelum akibat perubahan hormonal yang dengan siklus ovulasi. Wanita PMS
mengalami perubahan yang psikologis, seperti mudah marah, dan fisik, seperti sakit kepala dan sakit.Yoga, sebuah teknik fisik, mental, dan holistik alami yang telah teruji, dapat menekan keparahan kram perut akibat PMS yang melemahkan banyak wanita. Pose yoga, atau ?asana,?
berpotensi untuk meringankan rasa sakit tertentu dengan merentangkan pinggul dan sendi dan mengurangi stres emosional yang dapat membuat otot tegang dan mengencang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Populasinya adalah seluruh remaja yang bersedia mengikuti
kegiatan di desa Jempong timur. Jumlah sampel yang diteliti adalah 20 remaja Putri. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner Dengan 5 pertanyaan pada Pre-Test PMS dan 5 Pertanyaan pada Pre-Test Yoga, berbentuk pilihan jawaban yaitu (IYA/TIDAK), (BENAR/SALAH), dan Tanggapan Peserta. Hasil ukurnya adalah Skor benar ?75 (Baik), skor benar 50-75 (Cukup), skor benar ?50 (Kurang). Hasil penelitiannya adalah Tingkat Pengetahuan tentang gejala PMS dengan kategori Baik adalah Rata-rata tertinggi, yaitu dari 20 Responden dengan kategori Baik sebanyak 15 (75%) Dari hasil diatas tingkat pengetahuan remaja mengenai Premenstrual Syndrome Baik, dikarenakan mereka mendapatkan ilmu pengetahuan dari Sekolah dan Internet, diketahui dari
pertanyaan Pre-Test yang diberikan kepada para remaja putri tersebut. Pengetahuan Remaja tentang Yoga, yaitu dari 20 Responden dengan kategori Baik sebanyak 5 (25%) Kurangnya
pengalaman remaja merupakan faktor utama penyebab pengetahuan remaja kurang. Kesimpulan: Dari kegiatan penelitian ini mengenai Tingkat pengetahuan tentang
pengertian Premenstrual Syndrome pada remaja di Jempong Timur, yaitu dari 20 Responden kategori Baik sebanyak 15 (75%) Responden dan kategori Cukup sebanyak 5 (25%) Responden. Pengetahuan tentang Gerakan Yoga pada remaja di Jempong Timur, yaitu dari 20 responden kategori Baik sebanyak 5 (25%) Responden dan kategori Cukup sebanyak 7 (35%) Responden, serta Kategori Kurang sebanyak 8 (40%) Responden. Maka dari itu saya selaku peneliti merasa
berhasil dengan adanya kegiatan ini.