DETAIL DOCUMENT
MODEL FISIK KENAIKAN MUKA AIR AKIBAT TERTAHANNYA DEBRIS RUMPUN BAMBU DI JEMBATAN DUA PILAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
Priantono, Priantono
Subject
713 Rencana pertamanan untuk jalan lalu lintas 
Datestamp
2019-12-09 03:14:23 
Abstract :
Hujan deras mengguyur Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2017. Hujan deras tersebut menyebabkan banjir dan aliran debris di hulu Sungai Sepapan, kecamatan Jerowaru. Kondisi ini menyebabkan erosi samping di sepanjang hulu sungai. Peristiwa erosi ini mengakibatkan banjir bandang dengan sejumlah besar sedimen dan debris rumpun bambu. Bambu yang diangkut tertahan di sebuah jembatan dua pilar di sungai dan kemudian meluap-luap ke beberapa bagian. Kenaikan muka air terjadi karena akumulasi debris rumpun bambu yang tertahan di jembatan dari pandangan teknik sipil menjadi faktor penting dalam masalah banjir. Percobaan saluran dilakukan di Laboratorium Hidrolika Universitas Muhammadiyah Mataram untuk menyelidiki kenaikan muka air yang terjadi akibat debris rumpun bambu yang tertahan di jembatan dua pilar. Ukuran rumpun bambu 15 cm dan memiliki jumlah batang yang bervariasi yaitu berbatang 1,2,3 dan 4. Hasil eksperimen ini mengungkapkan bahwa 1. Jumlah debris rumpun bambu yang tertahan di jembatan 93% dari yang dihanyutkan karena dipengaruhi oleh jumlah debris dan kombinasi rumpun bambu yang dihanyutkan, sedangkan 7% nya lolos, semakin banyak rumpun bambu yang dihanyutkan maka peluang tertahannya semakin besar dan debris rumpun bambu yang tertahan di jembatan mempengaruhi kenaikan muka air dihulu jembatan. Kenaikan muka air dan loss koefisien mengalami peningkatan terhadap debris rumpun bambu yang tertahan oleh jembatan dua pilar. Kata kunci: banjir, debris rumpun bambu, tertahan, jembatan. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram