Abstract :
Bimbingan teknis dan pelatihan merupakan kesatuan arah organisasi yang memberikan pengarahan dalam mengarahkan sumber daya. Bimbingan teknis dan pelatihan juga adalah penentuan cara yang harus dilakukan, supaya memungkinkan untuk memperoleh hasil yang efektif, dan dalam jangka waktu yang relatif singkat serta tepat menuju tercapainya tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah yaitu Bagaimanakah Analisis dampak bimbingan teknis dan pelatihan terhadap peningkatan kualitas dan produksi olahan pangan di dinas perindustrian provinsi nusa tenggara barat.
Hasil penelitian yang dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan bahwa dampak bimbingan teknis dan pelatihan di Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap Peningkatan Kualitas Produksi Bahan Pangan yaitu sebelum dilakukan bimbingan teknis dan pelatihan masyarakat kurang memahi tentang cara meningkatkan kualitas produksi bahan seperti membersihkan alat yang digunakan, lantai tidak becek, akan tetapi setelah dilakukan bimbingan teknis dan pelatihan terjadi peningkatan kualitas produksi bahan pangan oleh seperti selalu membersihkan alat yang digunakan, lantai tidak becek, dinding tidak berjelaga, bebas dari debu dan sarang laba-laba, terdapat jendela atau ventilasi yang digunakan untuk sirkulasi udara serta penerangan yang cukup baik. Faktor-faktoryang memotivasi peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memproduksi olahan pangan (kue kering) di Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat meiputi arah kebijakan, kedaan masyarakat yang majemuk. Sedangkan faktor penghambat meliputi ketersediaan anggaran, ketersediaan sarana dan prasarana.