Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaimana peran Serikat Mahasiswa Indonesia dalam memberikan pendidikan politik menjelang pemilu 2019.
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menguraikan dan menjelaskan hasil-hasil penelitian dalam bentuk kata-kata lisan maupun tertulis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Teknik analisa data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Momentum Pemilu Borjuasi 2019 juga mesti dijawab oleh kepeloporan gerakan kaum muda dengan terus mengkampanyekan delegitimasi politik borjuasi yang sudah bangkrut dan menyerukan persatuan gerakan rakyat untuk membangun kekuatan alternative. Gerakan golput jika tidak disertai dengan aktifitas revolusioner untuk menyuarakan ?kami butuh politik alternative? juga tidak akan menjadi kekuatan yang signifikan. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa bersama gerakan rakyat harus segera menyusun agenda-agenda revolusioner, serta menegaskan tekad untuk memperkuat persatuan semua sektor kerakyatan, sebagai senjata untuk merebut kedaulatan ekonomi-politik kembali ketangan kelas pekerja.