Abstract :
Sejak tahun 2020 munculnya peristiwa pandemi yang disebabkan oleh Corona Virusyang dinamakan Covid -19, penyakit ini berdampak pada masarakat dan lembaga-lembaga, salah satunya adalah lembaga pendidikan. Melihat kondisi tersebut yang sangat mengawatirkan, maka pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan kegiatan belajar mengajar oleh peserta didik maupun pendidik dilakukan secara daring (online) dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Hal ini menimbulkan persepsi dari wali murid. pendidikan suatu yang sangat penting untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dengan informanya adalah orang tua wali murid kelas IV di SDN 38 Mataram.
Hasi penelitian menunjukan bahwa Persepsi wali murid terhadap proses belajar secara online di masa pandemi Covid-19 menunjukan belajar secara online kurang efektif dikarenakan mempersulit orang tua mengajak anaknya untuk belajar, kurangnya penjelasan materi oleh guru kepada siswa. Belajar online memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya anak lebih dekat dengan keluarga. Dampak negatifnya, minat belajar anak berkurang, waktu pelaksanaan belajar kurang efektif. Upaya wali murid mendampingi anak belajar online mendampingi anak belajar di malam hari, meninggalkan pekerjaan, mengimbanggi antara pekerjaan dengan mendampinggi anak belajar.