Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan fungsi kata hubung dengan judul ?Analisis Penggunaan Kata Hubung pada Bahasa Sasak di Desa Kerumut Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatandeskripsifdenganteknisanalisis.Metode inidigunakandalampenelitian sehingga dapat menjelaskan prosedur atau cara memecahkan masalah penelitian dengan memaparkan keadaan objek yang di selidikisehinggamenghasilkantemuandaripenelitian sebagaimana adanya berdasarkan fakta-faktakebahasaan.Berdasarkanpenelitiandanpembahasanterdapat11bentuk kata hubung bahasa Sasak yaitu 3 kata hubung menyatakan penambahan diantaranya dalam bentuk : kance, dait, sareng, 2 kata hubung menyatakan pilihan dalam bentuk : ato, anden, 2 kata hubung menyatakan pertentangan dalam bentuk : laguq, sengaq 2 kata hubung menyatakan waktu dalam bentuk : ndeqman, seuah, 1 kata hubung menyatakan menegaskan dalam bentuk : apemalik dan 1 kata hubung menyatakan membatasi dalam bentuk : kecuali.Kata penghubungmempunyaiduafungsi, yaitu (1)fungsi kata hubung yang menghubungkan kata, klausa, atau kalimat, yang kedudukannya sederajat atau setara terdiri dari fungsi menegaskan, membatasi, pertentangan, dan pilihan. (2) fungsi kata hubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya tidak sederajat melainkan bertingkat terdiri dari penambahan, waktu. Hasil pada penelitian ini ditemukan bahawa 1) Tidak semua kata sambung, kata hubung pada kamus bahasa sasak tidak semua memliki fungsi yang sama dalam bahasa yang digunakan di desa Krumut Lombok Timur, 2) Kata sambung, kata hubung pada bahasa Krumut, bersifat komunitas bahasa kelompok kecil, perlu dilestariakan sehingga kehasaan itu tidak punah, 3) kosa kata bahasa krumut seharusnya dimasukkan kedalam kamus bahasa Sasak.