Abstract :
Sampel yang diambil adalah material yang sering digunakan sebagai bahan timbunan, kemungkinan dari ketiga sampel nanti kita bisa mengetahui mana sampel yang bagus yang diambil dari tiga tempat yaitu, Telok Bulan, Sengkol, dan Ijo Balit. Timbunan adalah suatu cara atau metode beserta materialnya yang digunakan dalam pekerjaan
Pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian sifat fisik dan mekanis, dalam penelitian ini digunakan spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018 sebagai indikator kelayakan sampel tanah sebagai bahan timbunan (subgrade) jalan serta dalam menentukan jenis fraksi agregat dan pengelompokannya digunakan sistem klasifikasi AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials), USCS (Unifield Soil Classification System) dan Bina Marga
Hasil pengujian sampel tanah Sengkol bahwa nilai CBR rendaman sebesar 1,78% tidak termasuk ke persyaratan bina marga <6% dan nilai CBR tanpa rendaman sebesar 4,36%, untuk nilai indeks plastisitas (IP) sebesar 19,48% >12 maka tidak memenuhi persayaratan Bina Marga, klasifikasi tanah berdasarkan AASTHO adalah A-7-5 dan berdasarkan USCS adalah CS. Sedangkan Sampel tanah Telok Bulan nilai CBR rendaman sebesar 6,52% >6% maka termasuk kedalam timbunan biasa nilai CBR tanpa rendaman sebesar 13,94% dan nilai indeks plastisitas (IP) sebesar 9,21 <12% maka memenuhi persyaratan Bina marga, klasifikasi tanah berdasarkan AASTHO A-2-5 dan berdasarkan USCS adalah GC. Pada sampel tanah Ijo Balit bahwa nilai CBR rendaman sebesar 21,94% >10% maka termasuk kedalam timbunan pilihan dan nilai CBR tanpa rendaman sebesar 23,01% dan nilai indeks plastisitas (IP) sebesar 4,4%<12% maka memenuhi persyaratan Bina marga, klasifikasi berdasrkan AASTHO adalah A-2-4 dan berdasarkan USCS adalah SM. Oleh karena itu dari ketiga tersebut hanya 1 yang tidak layak digunakan yaitu Sengkol, sedangkan untuk Telok Bulan dan Ijo Balit layak digunakan sebagai timbunan (subgrade) jalan.