Abstract :
Simpang Empat Negara sakah merupakan simpang tak bersinyal. Tingginya volume kendaraan serta kurangnya kesadaran masyarakat akan sistem prioritas berkendara mengakibatkan besarnya peluang kemacetan yang terjadi pada simpang tersebut. Sehubungan hal itu maka perlu dilakukan penelitian khususnya pada simpang tak bersinyal Negara Sakah Cakra Kota Mataram untuk mengetahui kinerja dari simpang tersebut, sehingga nantinya simpang pada ruas jalan tersebut dapat melayani arus lalu lintas secara optimal dan pengguna jalan yang melintas dipersimpangan Negara Sakah akan merasa tetap aman dan nyaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Volume lalu lintas pada simpang Empat Negara Sakah, Cakra Kota Mataram (2) Apakah perlu di pasangkan kembali Traffic Light di simpang empat Negara sakah cakra kota mataram. Pengumpulan data diperoleh melalui survei di lapangan dan parameternya meluputi: Kondisi Geometrik, Kondisi lalu lintas, dan Kondisi lingkungan. Instrumen pengumpulan data menggunakan bantuan berupa formulir survei, alat tulis, jam dan roll meter.
Dari hasil penelitian dan pembahasan pada simpang Empat Negara Sakah Cakra Kota Mataram didapat lebar rata-rata pendekat (WI) 3,27 meter, jumlah volume arus lalu lintas (Qtot) 1728,4 smp/jam, Kapasitas sebenarnya (C) 2305,65 smp/jam, Nilai Derajat Kejenuhan (DS) 0,749 Tundaan lalu lintas simpang (DT1) 8,160 det/smp, Tundaan lalu lintas jalan utama (DTMA) 6,042det/smp, Tundaan lalu lintas jalan minor (DTMI) 17,3 det/smp, Tundaan geometrik simpang (DG) 3,862 det/smp, Tundaan simpang (D) 12,002 det/smp dan peluang antrian (QP) 45,62%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan memiliki tingkat pelayanan dibawah rata-rata yang kurang stabil sehingga tidak memenuhi persyaratan dari pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).