Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, 1) bagaimana prosesi merariq Parawangsa dengan Jajar Karang di Desa Selong Belanak, 2)perbedaan prosesi merariq Parawangsa dengan Jajar Karang di Desa Selong Belanak,. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan pendektan deskriptif. Data yang dikumpulkan berdasrkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan data dianalisis menggunakan reduksi data dan verifikasi data. Hasil penelitian 1) prosesi merariq dari kalangan Parawangsa dan Jajar Karang ialah, (Memaling, Mesejati/Selabar, Nuntut wali bait janji atau Betikah, Begawe, Serong serah, Nyonkolan, Bales ones nae) di Desa Selong Belanak semua sama baik dari kalangan Parawangsa dan Jajar Karang, 2) perbedaan tradisi Parawangsa dengan Jajar Karang dilihat dari pakaian, payung agung, pada saat prosesi pernikahan. dan perbedaan prosesi pernikahan terletak pada Aji Keramenya yang disebutkan dalam prosesi Serong Serah. Jika seseorang berasal dari golongan Raden maka nilainya selakse 100, golongan Lalu dan Baiq nilai Sorong Serah Selakse sebesar 66, sedangakan golongan Jajar Karang bernilai 33 Selakse. Seiring perkembangan zaman membuat tidak adanya perbedaan dari dua prosesi pernikahan antara golongan Parawangsa dengan golongan Jajar Karang. Saran pada pihak khususnya suku sasak agar selalu melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang di era modern, Sesuai dengan hukum adat yang berlaku.