Abstract :
Di zaman moderenisasi seperti sekarang ini, sikap dan kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan lama, khususnya tradisi panati sangat kurang. Sehingga tidak menutup kemungkinan bentuk-bentuk kebudayaan lama seperti tradisi panati suatu saat akan terabaikan dan hilang begitu saja. Oleh karna itu, penelitian sastra lisan khususnya tradisi panati merupakan inventarisasi kebudayaan yang sangat penting, agar sastra lisan khususnya tradisi panati tetap hidup dan berkembang ditengah-tengah masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Pragmatik Tradisi Panati dalam Perkainan Masyarakat Bima di Desa Kale?o Kecematan Lambu. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan mendapatkan deskriptif objek tetantang tradisi panati. lokasi penelitian ini Sebelah Utara Desa Monta Baru, Sebelah Selatan Desa Naru, Sebelah Timur Desa Naru Timur, Sebelah Barat Desa Jia. Data dalam penelitian ini adalah kajian pragmatik tradisi panati dalam perkawinan masyarakat Bima di desa Kalae?o Kecematan Lambu. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat di desa Kale?o. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Metode Observasi, Metode Wawancara, Metode Dokumentasi, Metode Rekaman, Metode Transkripsi, Metode Catat. Metode analisi data ini menggunakan identifikasi data, klasifkasi data, verifikas/menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Kajian Pragmatik Tradisi Panati dalam Perkainan Masyarakat Bima di Desa Kale?o Kecematan Lambu, ditemukan Struktur kapatu yang terdapat dalam tradisi panati terdiri dari 1 bait setiap tuturnya, masing-masing bait terdiri dari 4-5 baris, jumlah kata pada setiap barisnya terdiri dari 4-8 kata, namun jumlah kata yang paling dominan yaitu 5- kata. Nilai pragmatik tradisi panati adalah nilai sosial kekeluargaan, nilai pendidikan moral, dan nilai keagamaan