Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
ZETA, KUSWARI
Subject
608 Inovasi, Penemuan dan Paten
Datestamp
2022-09-02 07:32:35
Abstract :
Salah satu sumber energi alternatif yang berpotensi besar, murah, bersifat dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, adalah biogas yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik sebagai akibat aktivitas mikroorganisme anaerob. Penelitian bertujuan mengetahui perubahan suhu, pH yang terjadi selama proses pembentukan biogas, volume yang dihasilkan dan mengetahui pengaruh tekanan yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eskperimental dengan pengujian langsung di lapangan dan laboraturium. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu pengaruh penambahan jenis limbah tahu. Percobaan ini terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu P1 : limbah nanas sebanyak 10 kg, P2 : penambahan limbah cair tahu sebanyak 2,5 kg, P3 : penambahan limbah padat tahu sebanyak 2,5 kg, dan P4 : penambahan limbah cair tahu sebanyak 2,5 kg + limbah padat tahu sebanyak 2,5 kg. Masing-masing perlakuan di ulang 3 kali sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Data hasil pegamatan dianalisis dengan Analisis Keragaman ( Analysis of Variance ) pada taraf nyata 5%, bila terdapat perlakuan yang berpengaruh secara nyata maka di uji lanjut menggunakan (uji BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah tahu berpengaruh secara nyata terhadap suhu,pH,Volume, dan Tekanan. Suhu rata?rata pada setiap perlakuan sebesar 28°C,sedangkan suhu terendah sebesar 26°C dan suhu tertinggi sebesar 33°C, sedangkan pada pengukuran pH didapatkan pH terendah sebanyak 2,76 dan pH tertinggi sebanyak 8,55. Tekanan yang memiliki nilai terendah terdapat pada P1 sebesar 109,20 N/m2, sedangkan tekanan yang memiiki nilai tertinggi terdapat pada P4 sebesar 109,42 N/m2,. Volume yang memiliki nilai terendah terdapat pada P1 sebesar 0,00000198867 m3, sedangkan volume yang memiiki nilai tertinggi terdapat pada P4 sebesar 0,000016642 m3. Penambahan limbah tahu berpengaruh dalam pembentukan biogas, perlakuan terbaik terdapat pada P4 dengan penambahan limbah cair tahu dan limbah padat tahu.