Abstract :
Kesenian Sarafal Anam adalah penyajian vokal salawatan atau puji-pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW yang disertai dengan permainan alat musik terbangan dan Rodat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya kepala desa dan tokoh masyarakat dalam pelestarian nilai budaya sarafal anam dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pelestarian nilai budaya Sarafal Anam. Adapun yang menjadi informen dalam penelitian ini adalah kepala desa dan tokoh agama di Desa Rasabou Kecamatan Hu?u Kabupaten Dompu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasabou Kecamatan Hu?u Kabupaten Dompu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Upaya kepala desa dan tokoh masyarakat dalam pelestarian nilai budaya Sarafal Anam di Desa Rasabou Kecamatan Hu?u Kabupaten Dompu yaitu: Pemerintah desa dan tokoh masyarakat memberikan ruang bagi pelaku seni Sarafal Anam tampil merupakan salah satu bagian dari upaya melestarikan kesenian tersebut. Selain itu masyarakat Desa Rasabou secara turun temurun menghadirkan Sarafal Anam setiap ada pernikahan. Selain itu pemerintah desa memberikan pendidikan pada generasi muda agar mereka memiliki tanggungjawab untuk berperan aktif dalam melestarikan budaya. Pendidikan tersebut bisa dimulai dengan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk belajar berbagai seni tradisional yang ada seperti belajar seni Sarafal Anam, menari, kerawitan dan mengadakan pertunjukan pentas seni tradisional antar dusun ataupun desa. (2) Faktor-faktor penghambat dalam pelestarian nilai budaya Sarafal Anam di Desa Rasabou Kecamatan Hu?u Kabupaten Dompu yaitu: a. kurang perhatian pemerintahan desa, (b) rendahnya pemahaman seni Sarafal Anam, dan (c) para pelaku seni Sarafal Anam yang kurang kreatif dan Inovatif