Abstract :
Umumnya pemanenan padi dilakukan dengan dua metode yaitu menggunakan mesin dan manual. Mesin yang biasa digunakan adalah combine harvester sedangkan alat manual ada yang menggunakan ani-ani, gebot, trersher dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan tingkat efektivitas alat pemanenan padi secara manual, teresher dan combine harvester. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 15 orang. Adapun parameter yang dikaji antara lain kebutuhan tenaga kerja, lama waktu kerja, hasil produksi, tingkat pendapatan, dan tingkat kelayakan. Selanjut data hasil penelitian dianalisis menggunakan matematika sederhana dengan bantuan excel. Berdasarkan hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pemanenan menggunakan combine harvester membutuhkan tenaga kerja 4 orang/ha selama 3 jam/ha dengan hasil produksi 7.5 ton/ha, dimana hasil produksi ini mendapatkan keuntungan sebesar Rp 17.875.000 perhektar memiliki tingkat kelayakan 1.2. Sedangkan pemanenan menggunakan tresher membutuhkan tenaga kerja 6 orang/ha dengan waktu kerja 24 jam/ha, hasil produksi 6,2 ton/ha dan keuntungan sebanyak 13.390.000 perhektar dengan tingkat kelayakan 0.6. Pemanenan yang ketiga menggunakan alat manual membutuhkan tenaga kerja yang sama dengan teresher dengan waktu lebih lama yaitu 63 jam/ha, hasil produksi 6.9 ton/ha sehingga diperoleh tingkat kelayakan 0.9. Maka dari itu berdasarka uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemanenan menggunakan combine harvester lebih efektif dari pemanenan menggunakan tresher dan alat manual.