Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
WINA, MUSTARI
Subject
610.28 Teknik, Prosedur, Alat-alat, Perlengkapan, Bahan-bahan, Instrumentasi Medis
Datestamp
2022-09-12 03:49:58
Abstract :
Depresi merupakan jenis penyakit gangguan jiwa yang sering terjadi di masyarakat. Prevalensi gangguan depresi penduduk di dunia 3-8% dan 50% terjadi pada usia 20-50 tahun. Pada tahun 2020 diperkirakan depresi akan menempati urutan ke dua untuk beban global penyakit tidak menular. Semakin meningkatnya angka kejadian depresi sehingga perlu dilakukan penelitian di RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antidepresan pada pasien depresi rawat jalan dan rawat inap di RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB Tahun 2021 dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antidepresan berdasarkan pedoman terapi. Penelitian ini merupakan penelitian obervasional, dengan metode rancangan deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif. Data yang didapatkan dari rekam medis dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang mendapat terapi obat antidepresan dan Pasien depresi katagori usia :16 tahun - 20 tahun, 21 tahun ? 40 tahun, 41 tahun ? 60 tahun. Hasil dari penelitian 225 pasien episode depresi ditemukan gambaran penggunaan obat antidepresan pada pasien rawat jalan yang banyak digunakan yaitu: Sertaline sebanyak 41,77% pasien, Fluoxentin sebanyak 14,22% pasien, Amytripilin sebanyak 2,66% pasien, Clobazam sebanyak 8% pasien, Olanzapin sebanyak 7,11% pasien, Risperidon sebanyak 6,66% pasien, Lorazepam sebanyak 5,33% pasein, Alprazolam 2,22% pasien, Haloperidon sebanyak 0,88%. Pengunaan obat antidepresan pada pasien rawat inap yang banyak digunakan yaitu : Fluoxentin sebanyak 0,44% pasien, Sertaline sebanyak 0,44% pasien, Olandzapin sebanyak 3,55% pasein, Lorazepam sebanyak 3,55% pasein, Risperidon sebanyak 2,22% pasein, Haloperidon sebanyak 0,44%, Alprazolam sebanyak 0,44%. Dari evaluasi ketepatan pengobatan ditemukan 100% tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, dan tepat pasien.