Abstract :
Tumbuhan kelor memiliki banyak aktivitas secara farmakologis, menjadikan tumbuhan kelor sangat berkontribusi dalam pengobatan secara tradisional di
masyarakat. Berbagai bagian dari tumbuhan kelor seperti akar, daun, bunga, buah, dan biji diketahui memiliki kandungan metabolit sekunderyang dikenal mempunyai peranan sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit skunder yang terdapat dalam ekstrak metanol biji kelor dan pengaruh konsentrasi padaekstak metanol biji kelor (Moringa oleifera Lam) terhadap aktivitas antioksidan dengan metode DPPH.
metode penelitian ini menggunakan eksperimen laboraturium dengan cara membuat 4 konsentrasi ekstrak metanol biji kelor yang diujikan pada panjang gelombang 515 nm dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan yang diperoleh dari konsentrasi 100, 200, 400, dan 800 ppm dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50sebesar 69.167 ppm dengan kategori kuat (IC50<100ppm).Kesimpulannya bahwa biji kelor memiliki aktivitas antioksidan yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu sumber antioksidan alami.