DETAIL DOCUMENT
PERAN PEMERINTAH KECAMATAN DALAM MENANGANI KONFLIK ANTAR KAMPUNG DI DESA KANANTA KECAMATAN SOROMANDI (STUDI KASUS DI DESA KANANTA KECAMATAN SOROMANDI KABUPATEN BIMA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
IRWANSYAH, IRWANSYAH
Subject
704 Topik-topik khusus tentang Kesenian 
Datestamp
2021-06-18 03:45:30 
Abstract :
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pemicu terjadinya konflik antar kampung di Desa Kananta Kecamatan Soromandi, bagaimanakah proses dan upaya pemerintah dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar kampung Desa Kananta Kecematan Soromandi dan apa saja faktor penghambat proses penyelesaian konflik antar kampung di Desa Kananta Kecematan Soromandi. Informan dalam penelitian ini adalah 6 (enam) orang penduduk asli Desa Kananta Kecematan Soromandi Kabupaten Bima yang antara lain merupakan camat, kepala desa, toko masyarakat, ketua pemuda, dan sekrestaris desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan dua metode penggumpulan data yaitu: 1. Secara primer yaitu melalui opervasi wawancara, dokumentasi dan 2. Secara sekunder yaitu dengan kajian pustaka melalui buku, jurnal skripsi, laporan tahunan dan situs internet terkait dengan judul penulis. Dalam penyusunan skripsi ini ada beberapa teori ialah teori tentang konflik dan kebijakan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa konflik antar kampung di Desa Kananta Kecematan Soromandi di sebabkan oleh sebagian besar para pemuda yang suka dengan hiburan yang dimana pemuda selalu mencari hiburan untuk kesenangan sementara sehingga dapat menyebabkan kekerasan antar pemuda tersebut sehingga pemuda yang merasa tersakiti akan melakukan bals dendam. Dalam konflik antar kampung tersebut mengakibatkan kerusakan 11 unit rumah terbakar dan satu orang terluka, pemerintah desa dan pihak keamanan perusahan mengatasi konflik antar kampung yang ada di Desa Kananta, namun masa yang begitu banyak membuat pihak keamanan tidak bisa mengatasi kejadian tersebut. Serta penyelesaian konflik dilakukan dengan tahap konsiliasi (conciliation) dan mediasi (mediation). 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram