Abstract :
Sebagai negara berkembang, Indonesia masih akan terus melakukan pembanggunan infrastruktur setiap tahunnya guna dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya adalah pembangunan bendungan. Bendungan Meninting didesain supaya dapat memenuhi kebutuhan air untuk wilayah yang berada dalam cakupannya. Sebuah keseimbangan air (water balance) akan tercipta dari hubungan antara ketersediaan air dan kebutuhan air yang stabil.
Analisis ini menggunakan metode F.J. Mock untuk mendapatkan nilai ketersediaan air. Untuk analisis kebutuhan air baku dan eksploitasi dihitung dengan menggunakan metode aritmatik dan gemetrik untuk mencari nilai pertumbuhan penduduk guna memperoleh jumlah penduduk pada tahun yang ditinjau dan untuk kebutuhan air irigasi diperoleh dengan melakukan analisis nilai hujan efektif untuk kebutuhan di intake. Langkah terakhir adalah perhitungan keseimbangan air (water balance) dengan mencari besarnya nilai faktor K.
Setelah menyelesaikan metode-metode dan analisis yang digunakan, diperoleh hasil nilai diperoleh besar inflow rerata tahunan adalah sebesar 40,73 juta m3. Hasil untuk analisis kebutuhan air baku dan eksploitasi untuk masa rencana 20 tahun kedepan, diperoleh nilai rata-rata untuk 20 tahun kedepan pada Kecamatan Gunung Sari sebesar 161,65 liter/detik dan untuk Kecamatan Batu Layar sebesar 82,30 liter/detik. Hasil analisis untuk kebutuhan air irigasi diperoleh untuk Sistim Meninting sebesar 1281,813 liter/detik dan Sistim Jangkok sebesar 3006,895 liter/detik. Selanjutnya hasil analisis keseimbangan air mendapatkan nilai faktor K sebesar 2,60 ? 1, sehingga ketersediaan air selama 12 bulan atau 1 tahun tercukupi.