DETAIL DOCUMENT
STUDI OPTIMASI PEMANFAATAN BENDUNGAN TIU SUNTUK DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT UNTUK KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN AIR BAKU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
AGUS, DERMAWAN
Subject
624 Teknik Sipil 
Datestamp
2022-09-16 10:16:16 
Abstract :
Air sangat berperan penting dalam kelangsungan kehidupan makhluk hidup, Selain itu air juga sangat dibutuhkan dalam kegiatan pertanian, perikanan, industri, pariwisata maupun kegiatan lainnya. Bendungan Tiu Suntuk yang terletak di Dusun Hijrah, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, yang merupakan salah satu mempunyai lahan area pertanian yang cukup luas, namun sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja (penurunan efisiensi), penyebab kurangnya pasokan air yang tidak dapat diolah oleh petani, serta keuntungan panen tiap musim tanam yang diperoleh masih belum optimal, sedangkan pertumbuhan penduduk semakin meningkat perlu diimbangi dengan persedian air yang cukup untuk kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode program linier dengan bantuan POM-QM For Windows 5 dalam menganalisis optimasi pemanfaatan kebutuhan air irigasi dan air baku, Sehingga dapat diketahui pembagian air yang baik dan pengaturan pola tanam, untuk simulasi optimasi menentukan luas tanam yang optimal dan keuntungan maksimum. Dalam analisis optimasi dilakukan perhitungan, uji konsistensi data, analisis curah hujan rerata daerah, analisa klimatologi, analisis debit andalan, analisis kebutuhan air irigasi, analisis kebutuhan air baku, dan melakukan optimasi Dari hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan debit inflow andalan bendungan menggunakan metode F.J Mock diperoleh debit rerata tahunan sebesar 12,85 m3/detik. Debit andalan Q80 terbesar adalah 11,59 m3/detik dan debit andalan terkecil Q80 adalah 5,19 m3/detik untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku. Besar kebutuhan air irigasi berdasarkan beberapa alternatif pola tanam yaitu sebagai berikut : Alternatif 1 36434,81 liter/detik, Alternatif 2 34495,77 liter/detik, Alternatif 3 37903,35 liter/detik, Alternatif 4 38944,67 liter/detik, Dari hasil alternatif pola tanam yang paling optimal yang didapatkan pada alternatif pola tanam 4, sedangkan untuk Kebutuhan air baku pada tahun 2070 pada keadaan normal adalah sebesar 17,82 liter/detik. Sedangkan kebutuhan air baku pada hari maksimum adalah 19,60 liter/detik dan pada jam puncak sebesar 26,73 liter/detik. Keuntungan optimum yang didapatkan pada pola tanam padi ? padi&palawija ? padi&palawija dengan awal tanam desember II sebesar Rp 8.804.124.000,. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram